Langsung ke konten utama

Postingan

Teman tak Lekang oleh Waktu

Teman tak lekang oleh waktu,  tepatnya kapan aku tidak tahu. Lebih enjoy saja menggunakan kata teman daripada sahabat. Bukan karena panggilan sesama anggota suatu organisasi, jauh sebelum itu , jauh sebelum aku tahu tentang kalian. Aku lebih memilih kata “teman” untuk setiap orang yang aku temui.  Bagiku teman mempunyai arti yang lebih luas dari sahabat, kawan dan sebagainya. Trauma dengan  sebuah kata, mungkin hanya aku. Bagiku sahabat, kawan, hanyalah kenangan masa kecil. Masa kecil yang masih penuh dengan  imajinasi. Kenangan yang jauh dari kenyataan. Imajinasi yang membuatku kecewa.  Tidak sepatutnya memceritakan kekecewaan, cukuplah ini hanya sebagai kenangan. Bisa bertemu dengan seseorang yang baru, adalah doaku sejak dulu. Berada ditempat asing adalah hobiku. Namun masih saja sulit  untuk memulai percakapan baru dengan orang baru. Yah, terkadang masih saja aku seperti itu. Seiring berjalannya waktu, sedikit-sedikitlah aku membuang semua yang tak...
Postingan terbaru

Belajar dimana-mana

sebagai peningat jika daya ingatku tak kuat lagi, tentang ini, masa ini dan kemahabesaran Sang Maha Segalanya. Alhamdulillah.... Terlewati sudah proses yang panjang, tentang penentuan keberangkatan, tentang kepastian berapa bulan, tentang dimana kita kan mengajar. Semua terjawab pada hari ini Senin, 04 Januari 2016. Awal tahun baru yang akan menjadi sejarah dalam perjalananku, PKL Thailand. Sebuah perjalanan yang banyak memberikanku pelajaran, pengalaman baru dan kesadaran lebih, betapa besar nikmat dan ketentuanNya untuk kita bisa merasakan hal yang luar biasa seperti ini. Aku menyebutnya dengan Laskar 49. Kedekatan yang takpernah terencana sebelumnya, aku adalah kita, itulah kami. Perjalanan ini kami awali dengan berkumpul di Kampus kami. UIN Malang, pukul 05.00 habis subuh. Karena banyak hal yang harus dipersiapkan dan menunggu teman yang mungkin masih harus mengambil barang yang ketinggalan, upacara pelepasan oleh dekan kami akhirnya dimulai tepat pukul 07.00. Sambutan yang cuk...

Tetap Bimbinglah Aku

Kak Elok (Pembina Pramuka SD Lab.UM) & me aku terus yakin dengan semua rencanaMu Engkau tak akan memberikan apa yang aku inginkan tapi Engkau akan memberikan apa yang menjadi kebutuhanku tentu dengan perhitungan yang tepat aku yakin dengan kekuatan ikhllas, dengan kekuatan sabar bahwa Engkau akan memberikan apa yang aku butuhkan bukan apa yang aku inginkan. aku berada di titik ini bukan karena siapa-siapa dan bukan karena Graha Pena, DBL Surabaya TM Final EJSC 2015 kemampuanku, aku masih terlalu jauh dengan kemampuan yang aku miliki. ini semua karena jalan yang telah di gariskan. pengalaman yang terus diberikan untuk memaknai setiap waktu yang disediakan. seberapapun aku lalai. Dia akan terus menyayangiku. seberapapun aku berontak Dia terus sabar untuk menghadapiku. kemudian alasan apa yang bisa membuatku meninggalkanNya???? tapi apa?? masih sering aku mendahulukan ciptanNya dari padaNya. Astaghfirullah... terus bimbinglah aku untuk tetap menata niat, menguatk...

Jarak

karena jarak aku menjadi dekat karena jarak aku menjadi jauh karena rasa aku menjadi dekat karena rasa aku menjadi jauh karena hati aku menjadi dekat karena hati aku menjadi jauh karena ikhlas aku menadi dekat karena ikhlas aku menjadi jauh karena sabar aku menjadi dekat karena sabar aku menjadi jauh karena marah aku menjadi dekat karena marah aku menjadi jauh karena kamu aku menjadi dekat karena kamu aku menjadi jauh karenaku aku menjadi dekat karenaku aku menjadi jauh kedekatan denganMu masi jarang aku rasa karena jarak yangku ciptakan keangkuhanku, membuatku malu untuk dekat denganMu masih saja, dunia menempel didiriku terus bimbinglah aku untuk tidak malu dekat dnganMu karena jarak yang membuat aku dekat karena jarak yang membuat aku jauh ramadhan ke 11 Malang, 29 Juni 2015

Hati dan Perasaan

Tidak akan pernah habis jika bicara tentang hati dan perasaan.  Hati dan perasaan itulah yang terkadang menjadi sumber kekuatan seseorang. Pagi ini kicauan burung yang ku dengar dari atap asramaku, terasa begitu menenagkan.sungguh besar karunia Allah, menciptakan pagi yang cerah di hari ke-10 Ramadhan tahun ini. Alhamdulillah, aku masih Engkau beri kesempatan ini Ya Rabb… Kembali ke hati dan perasaan. Akan terdengar sangat sensitive ketika kita kaitkan dengan perasaan suka dengan lawan jenis. Merupakan hal yang manusia yang akan di alami oleh setiap orang. Namun bagaimana dengan perasaan itu? Ada batasan yang harus kita patuhi, dan itu merupakan ketentuan dari  Sang Penumbuh Rasa itu sendiri. Bisakan kita membawa rasa itu pada rasa yang hakiki? Rasa yang kita kembaliakan lagi kepada Sang Penumbuh Rasa?. Bukan jalan untuk memberikan kesempatan si Galau menghiasi hidup kita. Apalagi sekkarang masih bulan Ramadhan, galau harus enyah!!! Teringat dengan salah seorang t...

Jendela Kecil (cerpen)

Seperti biasa, suara-suara pembawa ketenangan   menggiringi pagi Atta. Tapi entah kenapa matanya lebab, entah kurang tidur karena   dinginnya malam tadi   dia terjaga, aku tak tau. Aku hanya menatap dari kejauhan, dari jendela kecil ini. Aku tersipu saat Atta menangkap pandanganku. Sejak pertemuanku di musolla malam itu dengan Atta, aku mulai sering merindukan mata tajamnya, yang hanya bisa kunikmati di   balik jendela kecil ini. Aku memutuskan untuk duduk di tengah taman ini, hari ini. Menikmati indahnya kebesaranNya yang telah diciptakan tanpa batas untuk kita, umatNya. Pandanganku berhenti ketika mataku melihat mata tajam itu, tajam penuh kewibawaan. dia terlihat menyunggingan bibirnya ke arahku, tapi entah lah, mungkin itu hanya bayanganku yang kabur dan harapanku yang terlalu besar. Dan akhirnya aku tertunduk, fikiranku berputar tentangnya, “ Zahra,, sadar apa yang kamu fikirkan, tak pantas..” tegasku pada diriku. Pandangan di taman itu, selalu menjadi b...

Siuman karenamu

Sudah berapa lama aku tak menulis, kerinduan ini selalu terkalahkan dengan egoku. pagi ini, seseorang telah mengingatkanku bahwa aku punya satu tempatku bersandar dan beristirahat. terimakasih untukmu, yang telah mempercayaiku dan mempercayai apa yang aku celotehkan. maafkan aku yang belum bisa menjadi apa yang kau bayangkan. aku masih terlalu jauh dengan orang-orang yang terkadang kau sandingkan. aku masi jauh darimu. sebagai ungkapan maafku. akua akan menulisakna kembali diriku disini mulai hari ini. entah itu imajinasi, ataukah dari hati. suatu kenyataan bahwa aku masih tertinggal jauh dari mereka. usahaku belum ada apa-apanya...