Tidak akan pernah habis jika bicara tentang hati dan
perasaan. Hati dan perasaan itulah yang
terkadang menjadi sumber kekuatan seseorang.
Pagi ini kicauan burung yang ku dengar dari atap asramaku,
terasa begitu menenagkan.sungguh besar karunia Allah, menciptakan pagi yang
cerah di hari ke-10 Ramadhan tahun ini.
Alhamdulillah, aku masih Engkau beri kesempatan ini Ya Rabb…
Kembali ke hati dan perasaan. Akan terdengar sangat sensitive
ketika kita kaitkan dengan perasaan suka dengan lawan jenis. Merupakan hal yang
manusia yang akan di alami oleh setiap orang. Namun bagaimana dengan perasaan
itu? Ada batasan yang harus kita patuhi, dan itu merupakan ketentuan dari Sang Penumbuh Rasa itu sendiri. Bisakan kita
membawa rasa itu pada rasa yang hakiki? Rasa yang kita kembaliakan lagi kepada
Sang Penumbuh Rasa?. Bukan jalan untuk memberikan kesempatan si Galau menghiasi
hidup kita. Apalagi sekkarang masih bulan Ramadhan, galau harus enyah!!!
Teringat dengan salah seorang teman ngobrolku, ketika aku
bercerita, terkadang jua mengharap nasehat dari temenku itu. Sering dia jawab “jawabannya
ada di diri kamu sendiri, yang tau sebenarnya adalah kamu”. Awalnya jengkel
juga sih, udah cerita panjang lebar, jawabannya di suruh nyari sendiri. Tapi setelah
aka sadar, bener juga apa yang di katakana temenku, semua masalah yang kita
hadapi, yang bias menyelesaikan adalah kita sendiri. Dan harus siap de
ngan
segala resiko yang ada.
Dan itupun dengan perasaan kita dengan lawan jenis, yang bias
mengendalikan pearsaan dan menuntun
perasaan kita mau di bawa kemana adalah diri kita sendiri. Dengan cara
apa?. Tentunya dengan cara kita
sendiri-sendiri.
Merupakan hal yang lebih baik ketika kita ma uterus berbenah
Terus menata hati dan perasaan kita.
“ Wahai Pembolak balik hati, tetapkan hatiku pada agamaMu”
Malang, 27 Juni 2015
Hari ke-10

Komentar
Posting Komentar