Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2014

Jendela Kecil (cerpen)

Seperti biasa, suara-suara pembawa ketenangan   menggiringi pagi Atta. Tapi entah kenapa matanya lebab, entah kurang tidur karena   dinginnya malam tadi   dia terjaga, aku tak tau. Aku hanya menatap dari kejauhan, dari jendela kecil ini. Aku tersipu saat Atta menangkap pandanganku. Sejak pertemuanku di musolla malam itu dengan Atta, aku mulai sering merindukan mata tajamnya, yang hanya bisa kunikmati di   balik jendela kecil ini. Aku memutuskan untuk duduk di tengah taman ini, hari ini. Menikmati indahnya kebesaranNya yang telah diciptakan tanpa batas untuk kita, umatNya. Pandanganku berhenti ketika mataku melihat mata tajam itu, tajam penuh kewibawaan. dia terlihat menyunggingan bibirnya ke arahku, tapi entah lah, mungkin itu hanya bayanganku yang kabur dan harapanku yang terlalu besar. Dan akhirnya aku tertunduk, fikiranku berputar tentangnya, “ Zahra,, sadar apa yang kamu fikirkan, tak pantas..” tegasku pada diriku. Pandangan di taman itu, selalu menjadi b...

Siuman karenamu

Sudah berapa lama aku tak menulis, kerinduan ini selalu terkalahkan dengan egoku. pagi ini, seseorang telah mengingatkanku bahwa aku punya satu tempatku bersandar dan beristirahat. terimakasih untukmu, yang telah mempercayaiku dan mempercayai apa yang aku celotehkan. maafkan aku yang belum bisa menjadi apa yang kau bayangkan. aku masih terlalu jauh dengan orang-orang yang terkadang kau sandingkan. aku masi jauh darimu. sebagai ungkapan maafku. akua akan menulisakna kembali diriku disini mulai hari ini. entah itu imajinasi, ataukah dari hati. suatu kenyataan bahwa aku masih tertinggal jauh dari mereka. usahaku belum ada apa-apanya...

REFLEKSI

teguran yang perlahan Kau berikan lagi, lagi tak sepantasnya aku  hanya diam tak sepantasnya aku hanya berdiri sebagai penonton tak sepantasnya ketakutan itu selalu ada sudah lama kau mendambakan bukan tapi mana aksimu kau hanya butuh sedikit lagi ya,, sedikit untuk bisa memuncratkan cat itu menjadikan abstraksi lukisan kau berada di antara pameran lukisan hebat terkenal buatlah dengan hatimu buatlah dengan caramu buatlah mereka tau buatlah dirimu tau dan yakinlah kamu telah menggapai,,,,

Refleksi Diri

Dalam keadaan apapun inilah aku, yang terus berbenah Dimanapun aku, inilah aku yang masih berbenah Siapapun kalian, inilah aku yang masih jauh dari apa yang kalian lihat Suaraku, belum semantap suara kalian Catatanku belum serapi catatan-catatan kalian Lukisanku masih jauh dari indahnya abstraksi Sekali lagi aku masih berbenah Dan berbenah

LANGKAH

yang ada bukan berarti tak akan pernah ada yang tak ada bukan berarti kita tak mampu menangkapnya hanya sajalah, dan semua butuh penantian yang tak sebentar langkahmu mungkin lebih cepat dariku dan aku yakin kau akan menungguku diwaktu nanti waktu yang kau persiapkan,

TENANG

cipratan yangku rasakan sekarang serasa berbeda, entah apa yang beda aku belum menemukannya. bersabar untuk mereka memang butuh waktu, dan aku semakin menikmati hari-hariku, semoga tetap saja begini dan aku terus menikmatinya.  kala pertapaannya aku yakin dia akan berangsur menyadarinya, walaupun dia sadar bukan karenaku, tapi ini sudah menjadi sebuah dongeng indah yang di buatNya. semoga kau juga tenang disana. berhari-hari aku bersenandung, menikmati matahari senja, menikmati rumput yang begitu luwes menari, memang Dia menciptakan bukan untuk di lihat tapi dirasakan. teman yang disana, aku yakin kau juga ka merasakannya karena aku belajar ini juga darimu, setiap apa adalah kenikmatan, itu katamu.   -Bida Afiani