Seberapakah besar kesabaran kita, di banding dengan orang tua kita? Mereka merawat kita yang sesetiap kali merengek, meminta susu, merengek meminta di suapin, merengek meminta mobil- mobilan, merengek meminta boneka, merengek meminta di ajak ketempat wisata, merengek ketika kia sakit,, Tak mendengarkan apa yang mereka larang, bermain tanpa beban, sesabar apakah kita? Masih kurangkah kesabaran mereka terhadap kita? Seberapa sabarkah kita, di banding guru-guru kita? Dia selalu berangkat pagi-pagi dengan senyuman, demi mengasah otak kita, dia mengalun kakinya untuk mencari keridhaanNya, dia tetap menahan perasaannya ketika kita tertidur dalam kelas, dia tegas karena kita tak bias diatur, dia memaklumi ketika kita memotong pembicaraannya karena keegoisan kita yang kurang sedikit menahan dan menunggu waktu tau kita ynag tidak bias memanfaatkan eaktu.dia tetap tersenyum dan do’anya untuk kita tak pernah terlupakan Lalu apakah itu belum cukup?