Langsung ke konten utama

note


Selasa, 25 juni 2013
Menghargai dan mempercayai orang lain adalah kegiatan yang tak seperti membalikkan telapak tangan, tak semudah itu. Butuh ketenangan hati, perasaan dan pikiran yang jernih untuk  bisa membiasakannya. Kia diturunkan ke Bumi olehNya, tak sendirian. Benar dulu Adam dan Hawa terpisa, mereka hidup sendiri-sendiri. Tapi akhirnya mereka dipertemukan kembali bukan?. Mereka hidup bersama dengan segla kekurangan dan kekuatan yang Dia berikan. Kita diciptakan untuk hidup berdampingan dam kita harus bisa menjalaninya. Itu sudah ketepatanNya.
Tentangku! Aku sempat meragukan mereka yang pada awalnya mengerjakan sesuatu secara sembarangan dan tanpa aturan,apa yang mereka lakukan tak sejalan dengan apa yang ad di fikiranku batinku berontak, tapi disisi lain aku selalu bicara “ percayalah pada mereka,, mereka bisa, mereka lebih dari yang aku kira” hal itu yang selalu aku tanam, karena aku tak mungkin bisa berdiri tanpa mereka dan tak ingin menjadi orang yang sombong.














Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belajar dari Sawah Liburan bagiku harus tetap bisa belajar, tentunya denagn tidak mengeluarkan banyak biaya. Mengapa karena tidak musim liburan gini tak mungkinkan kita minta uang saku, lucu banget, apalagi aku sudah mahasiswa sekarang, yang notabene bukan anak-anak lagi. Mengisi hari-hari libur yang cukup panjang ini aku pergi ketempat yang cukup mengasikkan menurutku, dan dari tempat inilah aku mendapat banyak pelajaran. Sawah, menempuh dengan sepeda onthel, aku menyempatkan untuk seminggu sekali atau dua kali pergi ke sawah selama liburan kali ini. Pemandangan yang jarang kita temui di kota-kota besar. Mata ini seakan terus ingin untuk menikmatinya, dan mulut tak henti-hentinya mengucap kekaguman untuk kuasaNya. Dari sinilah kita bisa dapat banyak peelajaran, pelajaran hidup yang belum tentu kita dapatkan dibangku sekolah maupun kuliah. Hamparan hijau yang terbentang adalah hal yang tak mungkin ada, melainkan semua itu adalah buah hasil dari para petani, yang sejak faja...

puisi

Menyusur bebas Dalam keheningan Berada dalam keharuan Masa lalu yang tak pudar Walau hanya lewat kertas Hanya terbatas dalam cita bersama Dan kini terbukti Semua itu lebih dari indah Abadi dan selamanya,,