Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2013
Belajar dari Sawah Liburan bagiku harus tetap bisa belajar, tentunya denagn tidak mengeluarkan banyak biaya. Mengapa karena tidak musim liburan gini tak mungkinkan kita minta uang saku, lucu banget, apalagi aku sudah mahasiswa sekarang, yang notabene bukan anak-anak lagi. Mengisi hari-hari libur yang cukup panjang ini aku pergi ketempat yang cukup mengasikkan menurutku, dan dari tempat inilah aku mendapat banyak pelajaran. Sawah, menempuh dengan sepeda onthel, aku menyempatkan untuk seminggu sekali atau dua kali pergi ke sawah selama liburan kali ini. Pemandangan yang jarang kita temui di kota-kota besar. Mata ini seakan terus ingin untuk menikmatinya, dan mulut tak henti-hentinya mengucap kekaguman untuk kuasaNya. Dari sinilah kita bisa dapat banyak peelajaran, pelajaran hidup yang belum tentu kita dapatkan dibangku sekolah maupun kuliah. Hamparan hijau yang terbentang adalah hal yang tak mungkin ada, melainkan semua itu adalah buah hasil dari para petani, yang sejak faja...

cerpen

SINGKAT TETAP SELAMANYA DALAM HATI BY: AZKIYA VITAKHUNNISA’ A “kamu konduktornya sa,,” sembari jari-jari ita menekan-nekan meja seakan sedang bermain piano. “okelah….” Kataku denagn memuali menggerakkan tangan.   “ dan aku,,, pemain biola” sahut fafa yang duduk disebelahku. “dan ayo,, kita mualai” kataku dengan semangat Huft,, aku merindukan mereka, kini aku tak bisa melakukan hal yang konyol bagi kalian mungkin tapi bagi kita bertiga itu adalah hal yang paling indah dan obat paling mujarab untuk menghilangkan stress. Memang hanya sekedar bayangan tak ada alat yang sesungguhnya tapi denagn keterbatasan itu aku dan dua orang temenku bisa menciptakan hal yang indah dan tak semua orang bisa merasakannya. Semua berawal saat kenaikan kelas tiga, tanpa sengaja kita bertiga duduk di   bangku yang sejajar dan saling berdekatan. Memang sebelumnya kita juga atu kelas namun tak sedekat ini. Hanya sekedar teman sekelas, teman belajar dan hanya begitulah. Fafa adalah seo...

.-.renungku.-.

bukan lagi anak kecil yang setiap saat tertawa dan menangis jauh dalam relungku haus akan perasaan dulu tak ada beban namun inilah yang harusku jalani kini aku telah jauh dari masa itu mereka melepaskanku untuk masa depan do'a mereka setiap nafas terhembus untukku tetesan dari tubuh rapuh mereka tidur dan dzikirnya untuk harapan yang indah hingga waktu akan tiba mereka terlelap untuk selamanya tanpaku tau waktunya akankah mereka sudah tersenyum bahagia bangga melihatku yang belum aapa-apa do'aku untuk mereka,, aku selalu bersma mereka

puisi

Menyusur bebas Dalam keheningan Berada dalam keharuan Masa lalu yang tak pudar Walau hanya lewat kertas Hanya terbatas dalam cita bersama Dan kini terbukti Semua itu lebih dari indah Abadi dan selamanya,,
manusia memang tak pernah merasa puas dengan apa yang telah dimilikinya, walaupun keinginannya sudah tercapai maka kan timbul lagi keinginan yang lain. huft,,, itulah manusia, begitu juga aku, yang terkadang memikirkan kekurangan aku, yah... itukag penghalang terbesarku untuk maju, tapi semenjak hari- hari liburan yang menurutku lama namu tak terasa, aku mendapatkan banyak pelajaran hidup dan semuanya, apa yang selalu kupikirkan yang kupikir adalah suatu kekuranganku, ternyata semua itu berawal dari diri kita,, suasana sekitar kita,  teman-teman kita, kenyamanan kita,, " ingatlah dek.. semua itu sama, berfikirlah kalau kamu membutuhkan mereka semua". terimakasih teman,,, karena katamu membuatku sadar, walau pertemuan kita singkat..

sejenak terdiam

bersandar dalam bayangan yang ada tak terasa semua memang nyata dan tanpa henti aku yang lemah ini memujaMu ya Rabb.. sungguh kuasaMu rasanya aku orang yang sangat kecil.. dihadapanMu apakah aku mampu untuk tak mengecewakan mereka.... aku rindu dalam dekapan hangat mereka..