Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2013

Wejangan Bapak Wakil Menteri

Tantangan merupakan suatu kehormatan paling pndah yang diberikan Tuhan kepada kita, semakin besar tantangan yang di berikan, akan menjadi orang yang besar pula orang, sebaliknya. orang yang hanya bergelut dengan tantangan-tantangan kecil, maka dia akan tetap menjadi orang yang seperti itu, gelombangnya tak begitu dahsyat. berdo'alah kepada Tuhan, memohon untuk selalu diberi kemampuan yang terus bertambah agar mampu menghadapi tantangan-tantangan yang besar darinya, dan siap menjadi orang besar. so,,, semangat untuk menghadapi tantangan-tantangan hidup teman,,, wejangan dari Wakil Menteri RI kamis, 27 Juni 2013(SC)

MAAF

Pelukan embun pagi ini takku rasakan Aku dingin di balik balutan lembut yang selalu menemani Entah apa yang terjadi semalam Aku mengecewakan mereka Maafkan aku teman,, Aku punya alasan Kenapa aku bersikap seperti itu semalam Terserah kalian, Aku tau kalian sungguh kecewa Maafkan aku

note

Selasa, 25 juni 2013 Menghargai dan mempercayai orang lain adalah kegiatan yang tak seperti membalikkan telapak tangan, tak semudah itu. Butuh ketenangan hati, perasaan dan pikiran yang jernih untuk   bisa membiasakannya. Kia diturunkan ke Bumi olehNya, tak sendirian. Benar dulu Adam dan Hawa terpisa, mereka hidup sendiri-sendiri. Tapi akhirnya mereka dipertemukan kembali bukan?. Mereka hidup bersama dengan segla kekurangan dan kekuatan yang Dia berikan. Kita diciptakan untuk hidup berdampingan dam kita harus bisa menjalaninya. Itu sudah ketepatanNya. Tentangku! Aku sempat meragukan mereka yang pada awalnya mengerjakan sesuatu secara sembarangan dan tanpa aturan,apa yang mereka lakukan tak sejalan dengan apa yang ad di fikiranku batinku berontak, tapi disisi lain aku selalu bicara “ percayalah pada mereka,, mereka bisa, mereka lebih dari yang aku kira” hal itu yang selalu aku tanam, karena aku tak mungkin bisa berdiri tanpa mereka dan tak ingin menjadi orang yang sombong. ...

Kesabaran?

Seberapakah besar kesabaran kita, di banding dengan orang tua kita? Mereka merawat kita yang sesetiap kali merengek, meminta susu, merengek meminta di suapin, merengek meminta mobil- mobilan, merengek meminta boneka, merengek meminta di ajak ketempat wisata, merengek ketika kia sakit,, Tak mendengarkan apa yang mereka larang, bermain tanpa beban, sesabar apakah kita? Masih kurangkah kesabaran mereka terhadap kita? Seberapa sabarkah kita, di banding guru-guru kita? Dia selalu berangkat pagi-pagi dengan senyuman, demi mengasah otak kita, dia mengalun kakinya untuk mencari keridhaanNya, dia tetap menahan perasaannya ketika kita tertidur dalam kelas, dia tegas karena kita tak bias diatur, dia memaklumi ketika kita memotong pembicaraannya karena keegoisan kita yang kurang sedikit menahan dan menunggu waktu tau kita ynag tidak bias memanfaatkan eaktu.dia tetap tersenyum dan do’anya untuk kita tak pernah terlupakan Lalu apakah itu belum cukup?