Langsung ke konten utama

cerpen

SINGKAT TETAP SELAMANYA DALAM HATI
BY: AZKIYA VITAKHUNNISA’ A

“kamu konduktornya sa,,” sembari jari-jari ita menekan-nekan meja seakan sedang bermain piano. “okelah….” Kataku denagn memuali menggerakkan tangan.
 “ dan aku,,, pemain biola” sahut fafa yang duduk disebelahku.
“dan ayo,, kita mualai” kataku dengan semangat
Huft,, aku merindukan mereka, kini aku tak bisa melakukan hal yang konyol bagi kalian mungkin tapi bagi kita bertiga itu adalah hal yang paling indah dan obat paling mujarab untuk menghilangkan stress. Memang hanya sekedar bayangan tak ada alat yang sesungguhnya tapi denagn keterbatasan itu aku dan dua orang temenku bisa menciptakan hal yang indah dan tak semua orang bisa merasakannya.
Semua berawal saat kenaikan kelas tiga, tanpa sengaja kita bertiga duduk di  bangku yang sejajar dan saling berdekatan. Memang sebelumnya kita juga atu kelas namun tak sedekat ini. Hanya sekedar teman sekelas, teman belajar dan hanya begitulah. Fafa adalah seorang yang pendiam dikelasku, jarang dia mau berbincang-bincang denag yang lain, dia lebih enjoy bicara denagn bukunya, entah apa yang dituliskan aku belum berani untuk meminjam bukunya, karena aku menghargai pivasinya. Dia adalah anak yang cerdas, cara bicaranya bijaksana dan lantang, apabila ditunjuk untuk bercerita entah apalah kedepan kelas, semua akan diam seakan dia adalah seseorang yang dinantikan. Bicara bahasa asing bagi fafa adalah hal yang mudah, dia menguasai tiga bahasa, bahasa arab, bahasa inggris dan bhasa mandarin. Badannya yang mungil tak menjadi penghalang untuk dia bermalas-malasan. Ita seseorang yang cantik, patuh, cerdas, memiliki talenta yang banyak. Jagoan acting ini kerap kali menjadikan aku dan fafa tertipu dengan sikap maupun tingkahnya, penceramah yang handal, pemain music yang jago dan dia adalah pengarang buku yang hebat. Betapa bahagianya aku di kelilingi oleh rang-orang hebat. Dari merekalah aku bisa belajar tentang semua yang belum aku ketahui sebelumnya.
“ yi ding hue”. Itulah semboyan kita, dalam bahsa Indonesia artinta” kita pasti bisa”. Mimpiku yang belum terwujud mendorongku untuk bercerita kepada mereka. Yah,, aku ingin menjadikan kelasku yang selalu menjadi cemoohan banyak orang ini diakui, dan membuktikan bahwa semua yang dikatakan oleh orang-orang adalah salah. Memang butuh keberanian dan tekad yang kuat untuk mewujudkan ini, dan aku tak mungkin berjalan sendirian, sungguh mereka benar- benar orang yang dikirim untuk tujuan yang sama. Awalnya tak semudah saat kita membayangkan, karena teman-teman sekelas belum banyak yang sadar dan mereka seakan terhanyut dengan segala cemoohan yang ada, mereka tak pedul dengan yang lain, mereka hanya ingin untuk bersenang-senang, berat,, sampai terkadang aku merasa lelah. Namun mereka berdua tetepa menguatkanku.
Waktu terus berputar, sedikit demi sedikit perjuangan kita membuahkan hasil, dan aku lebih mengenal mereka berdua. Hingga suatu ketika ita tiba-tiba sakit, cukup parah kataku karena dia sampai mengeluarkan darah saat dia batuk. Aku dan fafa tentu bingung dan cemas, tidak biasanya ita kayak gini, aku terkaget-kaget dan tak meyangka dia punya penyakit dalam dan itu mengerikan menurutku. Dan aku merasa bersalah karena selama mengenalnya aku baru tahu tentang penyakitnya. Dia tak pernah mengeluh, dan selalu menyembunyikannya dari aku, fafa dan teman- teman yang lain. Alhamdulillha keadaan ita berangsur-angsur membaik, dan sehat seperti sediakala, walaupun penyakiy itu belum bisa pergi dari tubuhnya yang semakin kurus.
Keadaan kelas kini semakin baik, semuanya peduli dan mempunayai misi yang sama, membutikan omongan-omongan yang merobohkan kita bahwa semuanya salah. Semangat 45 kembali tumbuh, repatnya saat perhelatan acara ulang tahu sekolah kami. Ini adalah waktu yang tepat untuk kita membuktikan bahwa semua omongan yang ditujukan pada kelas kita hanyalah omong kosong. Untuk mempersiapkan acara ini aku, fafa , ita dan teman- teman satu kelas melakukan rundingan yang matang. Dan denga sigap kita semua bekerjasama dengan baik. Ada yang mempersiapkan untuk lomba drama, dance, music dengan barang-barang bekas, hias jilbab, madding tiga dimensi, pidato bahasa arab, inggris, dan debate. Aku diutus ketua kelas untuk memimoin diskusi kali ini, dan Alhamdulillah semua telah tertunjuk dan terbagi tugasnya masing-masing, semua konsep sudah ada. Latihan dan terus berlatih tanpa kenal dimana kita latihan, karena keterbatasan sarana dan prasarana kita mencoba segala cara untul memanfaatkan yang ada.
Hari yang kita tunggu-tunggupun tiba, pecan ulangtahun sekolah kami dan perlombaan-perlombaanpun sudah dimulai. Hari pertama adalah drama, konsep yang sedikit ekstrim, dan berani menanggung resiko untuk tidak bisa tampil, mengapa tidak kita dilarang menggunakan barang-barang elektronik seperti handphone, handycam, kamera digital,mp3,mp4. Kita malah menggunakan music mp3, tapi dari alfalink lah,,,heheheheh. Dan lebih tak disangkanya lagi penampilan  diawalai dengan drah yang mengucur deras dari seorang pemain, memang bukan darah sungguhan, hanya pewarna yang dikasih air. Satu lagi, diakhir penampilan kita menerbangkan balon keudara. Sontak semua yang menjadi penonton terkagum-kagum.
Hari kedua debate dan pidato, alhamdulillha debate mendapat juara walau hanya tiga, tapi kita senang, bersyukur. Pidato yang di wakili oleh fafa dan temanku yang lain, menjadikan yang menonton terhipnotis denagn cara bicaranya fafa. Siang harinya di lanjutkan dengan perlombaan madding tiga dimensi, butuh waktu tiga hari kita membuat madding kali ini, waktu yang singkat dan penuh denagn kerja keras. Dan sekaranga adalah tugas ita untuk mempresentasikannya.sorak sorai, semangat dari semua teman-teman sekelasku yang aku komandoi. Tak pedulilah mereka yang iri melihat dengan muka sinis kepada kami.
Hari ketiga merupakan puncak perlombaan sebelum acara- acara inti, yah.. dance, karena kitta sudah kelas tiga dan terakhir kita diperbolehkan meampilkan, tampilan tambahan dan sku mewajibkan untuk semuanya ikut. Konsep budaya Indonesia dan abstraksi telah kami setuui bersama. Dan jadilah penampilan yang mengundang istri pengasuh yayasan sekolah kami untuk menonton dan merekam kami saat tampil. Sungguh suatu kerja keras yang tak sia-sia.
Hari keempat, tak ta mengapa aku di telfon oleh orang tuaku yang mengatakan aku harus pindah. Aku bersikeras untuk mempertahankan untuk menyelesaikan sekolahku yang kurang beberapa bula saja, namun mereka tidak mau menerima alasanku, kata mereka aku bisa melanjutkan di kota yang akan menjadi tempat kelahiranku. Memang selalu begini, aku ahrus pindah saat pekerjaan ayahku dipindahkan, yah… impianku untuk bisa wisuda denag fafa, ita dan teman sekelasku hannya akan menjadi bayangan yang menyakitkan. Tapi aku mencoba untuk menerima dan tak henti- hentinya mengucap syukur aku telah dipertemukan dengan orang- orang hebat seperti mereka. Akanku jadikan semua perjalananku bersama mereka dakah hal yang terindah.
Aku menemui teman-temanku yang sedang melepas lelah didalam kelas, saat aku menatap mereka semua, mata ini tak kuasa menahan air mata untuk tetap berada didalam saja. Tapi keluar dengan derasnya. Sontak mereka bertanya-tanya. Ada apa denagn aku. Aku meminta mereka untuk menyanyikan lagu penyemangat yan diciptakan oleh ita untuk terakhir kalinya. Mereke menurut dan hanya bisa menyanyi dengan muka bertanya- Tanya.
“ ayo semua
Pegang tangan sahabat dan angkat bersama
Berenandung lagu pertanda bahagia slamanya
Melangkahkan kaki demi mengukir dunia
Ubah angan jadi sebuah kenyataan
Rasakan kemenangan , janganlah lagi denagrkan mereka
Tak usah hiraukan oceha mereka yang benci
Selalu menghina dan melukai hati
Mungkin mereka iri karena tidak mampu tuk sepertimu”.
Air mata ini terus mengalir dan mereka memelukku. Fafa dan ita tak kuasa menahan air mat mereka. Fafa pergi meningggalkanku da teman- teman entah kemana. Hari itu aku di jemput oleh kedua orang tuaku. Fafa memberiku sebuah surat untukku.
Buat nisa
Nisa,,, sekalipun aku bukan orang yang baik, tapi aku masih ingin berteman denagmu, aku berterimakasih padamu. Karena sejak aku bersama- sama kamu dan ita, aku menjadi lebih mengerti dan lebih hidup untu kelas kita
Kamu tahu kan, sebelumnya kau seperti apa?! Aku adalah orang yang cuek, jutek, yang bahkan nama teman-temanku sendiri aku tidak hafal.
Aku tidak peduli pada orang lain_
Tapi setelah bertemu kalian, benar_ itu adalah pertama kalinya aku berjuan untuk orang lain, kita saling bekerjasama, memikirkan nasib kelas kita.
Aku benar-benar senang, dan menurutku adalah bukan hal yang sia- sia aku bersamamu,,
Selamt jalan teman,,,
Kamu bisa disana
Aku dan yang lain akan tetap merindukan sosokmu..
Terimakasih

Temanmu,
FAFA 
Air mata ini tak hentinya berhenti, seiring mobil yang melaju meninggalkan seolah yang penuh kenangan.
Aku akan tetap merindukan kalian semua orang- orang hebat.

Komentar

  1. tulisanx gak bisa dibesarin dikit tha.....??
    gak bisa kebaca 2, mataku gak kuat, he2x..

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belajar dari Sawah Liburan bagiku harus tetap bisa belajar, tentunya denagn tidak mengeluarkan banyak biaya. Mengapa karena tidak musim liburan gini tak mungkinkan kita minta uang saku, lucu banget, apalagi aku sudah mahasiswa sekarang, yang notabene bukan anak-anak lagi. Mengisi hari-hari libur yang cukup panjang ini aku pergi ketempat yang cukup mengasikkan menurutku, dan dari tempat inilah aku mendapat banyak pelajaran. Sawah, menempuh dengan sepeda onthel, aku menyempatkan untuk seminggu sekali atau dua kali pergi ke sawah selama liburan kali ini. Pemandangan yang jarang kita temui di kota-kota besar. Mata ini seakan terus ingin untuk menikmatinya, dan mulut tak henti-hentinya mengucap kekaguman untuk kuasaNya. Dari sinilah kita bisa dapat banyak peelajaran, pelajaran hidup yang belum tentu kita dapatkan dibangku sekolah maupun kuliah. Hamparan hijau yang terbentang adalah hal yang tak mungkin ada, melainkan semua itu adalah buah hasil dari para petani, yang sejak faja...

puisi

Menyusur bebas Dalam keheningan Berada dalam keharuan Masa lalu yang tak pudar Walau hanya lewat kertas Hanya terbatas dalam cita bersama Dan kini terbukti Semua itu lebih dari indah Abadi dan selamanya,,