Belajar dari Sawah
Liburan
bagiku harus tetap bisa belajar, tentunya denagn tidak mengeluarkan banyak
biaya.
Mengapa
karena tidak musim liburan gini tak mungkinkan kita minta uang saku, lucu
banget, apalagi aku sudah mahasiswa sekarang, yang notabene bukan anak-anak
lagi. Mengisi hari-hari libur yang cukup panjang ini aku pergi ketempat yang
cukup mengasikkan menurutku, dan dari tempat inilah aku mendapat banyak
pelajaran.
Sawah,
menempuh dengan sepeda onthel, aku menyempatkan untuk seminggu sekali atau dua
kali pergi ke sawah selama liburan kali ini. Pemandangan yang jarang kita temui
di kota-kota besar. Mata ini seakan terus ingin untuk menikmatinya, dan mulut
tak henti-hentinya mengucap kekaguman untuk kuasaNya. Dari sinilah kita bisa
dapat banyak peelajaran, pelajaran hidup yang belum tentu kita dapatkan
dibangku sekolah maupun kuliah. Hamparan hijau yang terbentang adalah hal yang
tak mungkin ada, melainkan semua itu adalah buah hasil dari para petani, yang
sejak fajar sudah berada disawah, hanya untuk keluarga dan orang-orang di desa
ini. Jalan-jalan sawah yang begitu sempitnya tak menjdi penghalang para petani
dan aku untuk bisa sampai di tengah-tengah sawah. Tak peduli kakiku akan kotor
atau jatuh terpeleset. Karena semua tidak akan terasa saat aku sudah sampai
persis ditengah-tengah sawah. Betapa kagumnya aku dengan ara petani karena
keluarga dan orang lain dengan ikhlas mereka melakukan pekerjaan yang butuh
banyak kesabaran. Mengapa tidak mereka
harus berjaga, untuk menjaga padi-padi mereka dari burung-burung yang hinggap.
Dan tak jarang panen mereka tidak sesuai denagn target. Tapi mereka tetap
menjalani profesi ini. Bagiku berlibur dimanapun berada dan semua tempat dapat
kita jadikan untuk wahana berlibur, karena dimanapun kita berada kita bisa
mendapatkan pelajaran jika kita benar menikmatinyaa
Komentar
Posting Komentar