Langsung ke konten utama

Belajar dimana-mana

sebagai peningat jika daya ingatku tak kuat lagi, tentang ini, masa ini dan kemahabesaran Sang Maha Segalanya. Alhamdulillah....

Terlewati sudah proses yang panjang, tentang penentuan keberangkatan, tentang kepastian berapa bulan, tentang dimana kita kan mengajar. Semua terjawab pada hari ini Senin, 04 Januari 2016. Awal tahun baru yang akan menjadi sejarah dalam perjalananku, PKL Thailand. Sebuah perjalanan yang banyak memberikanku pelajaran, pengalaman baru dan kesadaran lebih, betapa besar nikmat dan ketentuanNya untuk kita bisa merasakan hal yang luar biasa seperti ini.

Aku menyebutnya dengan Laskar 49. Kedekatan yang takpernah terencana sebelumnya, aku adalah kita, itulah kami. Perjalanan ini kami awali dengan berkumpul di Kampus kami. UIN Malang, pukul 05.00 habis subuh. Karena banyak hal yang harus dipersiapkan dan menunggu teman yang mungkin masih harus mengambil barang yang ketinggalan, upacara pelepasan oleh dekan kami akhirnya dimulai tepat pukul 07.00. Sambutan yang cukup singkat, tapi 3 hal yang benar-benar harus kami jaga amanah dari beliau. Bukan hanya tingkat regional tapi level international, disini kami membawa nama Indonesia, inilah saatnya bukti pengabdian kami kepada bangsa ini.Alhamdulillah, kami Engkau beri kesempatan ini. "Kemanapun kalau kalian bersama-sama pakailah almamater, untuk memudahkan kalian dalam pengkondisian baik orang lain maupun koordinator dari kalian". pesan kedua beliau, the last, karena kami berada di negara lain, jaga kesopanan, tingkah laku dalam bergaul maupun bertindak.

Setelah upacara singkat yang sederhana, dan foto bersama. Berangkatlah kami menuju Surabaya.Sekitar pukul 09.30 kami sampai di Bandara Juanda Terminal 2 Surabaya, beberapa tahap Cek i telah kami lalui, satu-persatu barang yang tak seharusnya kami bawa mulai tereliminasi. Finally, pukul 12.15 Menit kami di perbolehkan untuk naik dalam pesawat.

This is my first experience

be continue

Santisat, Thailand January 2016

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belajar dari Sawah Liburan bagiku harus tetap bisa belajar, tentunya denagn tidak mengeluarkan banyak biaya. Mengapa karena tidak musim liburan gini tak mungkinkan kita minta uang saku, lucu banget, apalagi aku sudah mahasiswa sekarang, yang notabene bukan anak-anak lagi. Mengisi hari-hari libur yang cukup panjang ini aku pergi ketempat yang cukup mengasikkan menurutku, dan dari tempat inilah aku mendapat banyak pelajaran. Sawah, menempuh dengan sepeda onthel, aku menyempatkan untuk seminggu sekali atau dua kali pergi ke sawah selama liburan kali ini. Pemandangan yang jarang kita temui di kota-kota besar. Mata ini seakan terus ingin untuk menikmatinya, dan mulut tak henti-hentinya mengucap kekaguman untuk kuasaNya. Dari sinilah kita bisa dapat banyak peelajaran, pelajaran hidup yang belum tentu kita dapatkan dibangku sekolah maupun kuliah. Hamparan hijau yang terbentang adalah hal yang tak mungkin ada, melainkan semua itu adalah buah hasil dari para petani, yang sejak faja...

puisi

Menyusur bebas Dalam keheningan Berada dalam keharuan Masa lalu yang tak pudar Walau hanya lewat kertas Hanya terbatas dalam cita bersama Dan kini terbukti Semua itu lebih dari indah Abadi dan selamanya,,