Langsung ke konten utama

Teman tak Lekang oleh Waktu

Teman tak lekang oleh waktu,  tepatnya kapan aku tidak tahu. Lebih enjoy saja menggunakan kata teman daripada sahabat. Bukan karena panggilan sesama anggota suatu organisasi, jauh sebelum itu , jauh sebelum aku tahu tentang kalian. Aku lebih memilih kata “teman” untuk setiap orang yang aku temui.  Bagiku teman mempunyai arti yang lebih luas dari sahabat, kawan dan sebagainya.
Trauma dengan  sebuah kata, mungkin hanya aku. Bagiku sahabat, kawan, hanyalah kenangan masa kecil. Masa kecil yang masih penuh dengan  imajinasi. Kenangan yang jauh dari kenyataan. Imajinasi yang membuatku kecewa.  Tidak sepatutnya memceritakan kekecewaan, cukuplah ini hanya sebagai kenangan.
Bisa bertemu dengan seseorang yang baru, adalah doaku sejak dulu. Berada ditempat asing adalah hobiku. Namun masih saja sulit  untuk memulai percakapan baru dengan orang baru. Yah, terkadang masih saja aku seperti itu. Seiring berjalannya waktu, sedikit-sedikitlah aku membuang semua yang tak penting dan yang tak seharusnya aku diam lebih lama. Karena bagiku teman ada disekililingku, entah itu baru maupun temanku dulu.

Lukisan yang cukup terkenal karya Georgia O’Keeffe inilah yang menginagtakanku apa arti teman. Mungkinjauh dengan sejarah, atau maksud Georgia melukis lukisan ini, namun ketika pertama kali aku melihat lukisan ini aku mengingat tentang temanku, temanku yang ada dimana-mana, temanku adalah siapa saja, temanku yang tak habis dimakan masa. Sampai masa itu tidak berdaya.
Temanku yang kukenal satu bulan yang lau, temanku yang aku anggap keluargaku. Yah, peretemuan ini yang tidak terduga pertemuan yang tidak terencana, dan kapan kita berjumpa lagi, itu hnya kuasanya. Muridku adalah temanku, teman belajar dan teman memahami, denganbahasa yang berebeda mereka mencoba memahamiku, begitupun dengan aku. Muridku adalah temanku, teman yang slalu memaksaku tersenyum setiap hari, entah bagaimana bentuk hati. Keterpaksaan itu luluh ketika mereka menerima dengan hati. Teman adalah guruku, guru yang selalu mengingatkanku tentang pr-pr yang belum selesai, guru yang memberiku banyak sekali pengetahuan baru. Teman adalah pertemuan terindah dari Tuhanku.
Tuhan sepenuhnya mempunyai hak mempertemukan kita dengan siapa saja. Mempertemukan kita dengan bagaimanapun keadaan kita. Mempertemukan kita kapan saja dan dimana saja, tanpa harus kita merencanakan. Tuhan sepenuhnya mempunyai kuasa memisahkan kita dengan orang terdekat kita. Dengan orang yang mungkin baru kita sapa, dengan orang yang kita cintai. Semua sudah tertata cantik. Kita hanya bisa berlapang dan mensyukuri.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belajar dari Sawah Liburan bagiku harus tetap bisa belajar, tentunya denagn tidak mengeluarkan banyak biaya. Mengapa karena tidak musim liburan gini tak mungkinkan kita minta uang saku, lucu banget, apalagi aku sudah mahasiswa sekarang, yang notabene bukan anak-anak lagi. Mengisi hari-hari libur yang cukup panjang ini aku pergi ketempat yang cukup mengasikkan menurutku, dan dari tempat inilah aku mendapat banyak pelajaran. Sawah, menempuh dengan sepeda onthel, aku menyempatkan untuk seminggu sekali atau dua kali pergi ke sawah selama liburan kali ini. Pemandangan yang jarang kita temui di kota-kota besar. Mata ini seakan terus ingin untuk menikmatinya, dan mulut tak henti-hentinya mengucap kekaguman untuk kuasaNya. Dari sinilah kita bisa dapat banyak peelajaran, pelajaran hidup yang belum tentu kita dapatkan dibangku sekolah maupun kuliah. Hamparan hijau yang terbentang adalah hal yang tak mungkin ada, melainkan semua itu adalah buah hasil dari para petani, yang sejak faja...

puisi

Menyusur bebas Dalam keheningan Berada dalam keharuan Masa lalu yang tak pudar Walau hanya lewat kertas Hanya terbatas dalam cita bersama Dan kini terbukti Semua itu lebih dari indah Abadi dan selamanya,,